Saat Harus Menghadiri Pernikahan Mantan Kekasih

Hari ini adalah hari yang cukup istimewa buat saya :) karena pada hari ini saya mempunyai kesempatan untuk bisa bertemu kembali dengan “mantan kekasih” saya yang telah lama sekali harus berpisah karena masalah ijin orang tua, namun sayangnya, saya harus bertemu dengannya malah di hari pernikahannya.

 

Semula saya agak sedih dan kecewa juga dengan kabar pernikahannya, namun akhirnya saya sadar bahwa kekecewaan saya tersebut sebenarnya bukan berasal secara langsung dari pernikahan dia, tapi kekecewaan itu sebenarnya timbul karena masih minimnya tingkat kesadaran di hati saya tentang nilai-nilai standard kewajaran dalam hidup kita sebagai manusia.

 

Coba deh kita renungkan bersama :

 

Semua manusia yang hidup sangatlah wajar jika bisa jatuh cinta, siapapun yang jatuh cinta, pasti akan dihadapkan pula pada beberapa kemungkinan yang akan terjadi : Bisa lebih bahagia atau malah semakin susah, dan bisa juga campuran antara keduanya dengan perbandingan yang berbeda-beda pula. Jadi siapapun yang terjun dalam dunia cinta harus siap menanggung semua resiko atau kemungkinan yang akan diterima :)


Lihat saja lagu-lagu yang bertemakan tentang cerita cinta, tak semuanya mendendangkan kebahagiaan & keindahan dari rasa cinta, malah banyak juga yang bersenandung tentang pedih & pahitnya cerita cinta. Dari cermin itulah ternyata lagu pun bisa kita jadikan sebagai sarana belajar untuk sadar bahwa kemungkinan berpisah dengan kekasih itu adalah hal yang sangat wajar terjadi karena memang semua cerita cinta yang ada di bumi ini pada dasarnya adalah drama untuk bertemu lalu berpisah, baik berpisahnya itu terjadi saat keduanya masih hidup ataupun dipisahkan karena “masa kontrak sudah habis”.

 

Kesimpulannya : Bersedih saat berpisah dengan kekasih (atau siapapun) adalah bagian yang wajar dari sisi perasaan manusiawi kita, tapi akan menjadi sangat tidak wajar jika kita malah larut dalam kesedihan itu sendiri sebab kita pun juga harusnya sadar bahwa perpisahan di dalam dunia percintaan itupun juga adalah hal yang sangat wajar pula. Bahkan sebenarnya kesedihan itu pun juga bisa kita jadikan sebagai batu loncatan untuk sadar bahwa memang kebahagiaan yang sejati itu tidak akan pernah bisa kita peroleh seutuh-utuhnya dari hal – hal yang ada di dunia melainkan hanya ada di dalam genggaman kasihNYA :)

 

Bagaimana dengan anda, apa pernah diundang ke pernikahan mantan kekasih? Apa & bagaimana reaksi & perasaan anda? :)

Membuka Hati Untuk TUHAN

Semua manusia pasti ingin bahagia, tenang & damai dalam hidup sehari-hari, sehingga banyak sekali usaha yang dilakukan oleh manusia untuk mencapainya, tapi tak sedikit pula manusia yang sulit mencapainya. Barangkali mereka lupa, bahwa kebahagiaan, ketenangan & kedamaian yang sesungguhnya hanyalah ada di tangan Sang Pencipta.Sadarkah anda bahwa sang Pencipta adalah Tuhan Yang Maha Pengasih (ar-Rachman) yang selalu mengasihi semua mahluk tanpa pilih kasih, tanpa kenal pamrih?

Dari sinilah harus kita sadari bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik & selalu menerangi semua mahluk dengan cahaya kasihNya yang Maha Indah. Karena itulah setiap mahluk mempunyai kesempatan yang sama untuk dapat hidup bahagia. Tidak cukupkah cahaya Ilahi untuk membuat kita bahagia? Apa yang bisa melebihi kebahagiaan sejati dari cahaya Ilahi? Mengapa anda sendiri masih belum bahagia padahal Allah selalu mengasihi anda, menerangi hati anda dengan cahaya kasihNya? Yang menjadi masalah adalah hati anda sendiri. Anda sendirilah yang menutup hati.

 


Sadarkah anda bahwa setiap anda melakukan emosi negatif ataupun perbuatan jelek lainnya maka noda hitam akan timbul di hati? Kalau kita tidak mau peduli, semakin lama hati kita akan semakin tertutupi oleh noda hitam yang kita perbuat sendiri, sehingga seterang & seindah apapun cahaya Ilahi yang dilimpahkan oleh Allah ke dalam hati tak akan pernah kita sadari , seperti orang yang sedang menutupkan kelopak matanya, tak akan pernah menyadari indahnya alam semesta. Tinggal buka mata, nikmati indahnya alam semesta. Tinggal buka hati, nikmati keindahan, kebahagiaan & kedamaian dari cahaya Ilahi. Bagaimana kita mau membuka hati? Tinggal buka tutupnya. Apa yang menutupi? Emosi negatif anda sendirilah yang menutupi, semisal : marah, iri/dengki, sombong, sakit hati, dendam, benci,ingin dipuji, keserakahan dan masih banyak lagi yang lain-lainnya.

 

Bagaimana caranya untuk mulai mengurangi semua emosi negatif tersebut? Anda harus punya keinginan kuat untuk sadar, berusaha sebaik mungkin dan yang terpenting adalah rajin berdo’a untuk memohon agar emosi negatif tersebut dibersihkan, dikeluarkan dan digantikan dengan cahaya Ilahi. Ingatlah bahwa dalam berdo’a, hati andalah yang terpenting. Janganlah terburu-buru dalam berdo’a, biarkan do’a anda tidak hanya keluar dari lisan, tapi muncul dari dalam hati anda dengan sepenuh perasaan.


Jika anda tergerak untuk ingin melatih hati anda agar dapat
mulai menikmati ketenangan hati di saat anda berdoa atau beribadah,

Silahkan kunjungi www.damaihati.co.nr


Menikmati Kebahagiaan Sejati

Adalah merupakan suatu kebahagiaan yang tak terkira bagi kita jika kita dapat selalu menikmati saat-saat indah dalam setiap doa yang kita panjatkan atau dalam setiap ibadah sehari-hari yang kita persembahkan kepada Tuhan. Bukankah memang seharusnya demikian? Walaupun pada kenyataannya masih banyak di antara kita yang ternyata malah masih merasakan kehampaan saat berdoa ataupun dalam melaksanakan ibadah sehari-hari .

Marilah kita melihat ke dalam, merenungkan kembali apa yang sedang kita lakukan saat berdoa atau beribadah kepadaNYA. Di saat kita berdoa, sebenarnya hati kita sedang mengadakan komunikasi langsung kepada Sang Pencipta Yang Maha Pengasih. Bukankah seharusnya kesempatan ini pasti akan memberikan kebahagiaan & keindahan ke dalam hati kita? Bahkan harusnya pasti bisa melebihi kebahagian & keindahan yang pernah kita rasakan saat berkomunikasi dengan kekasih duniawi yang paling kita cintai sekalipun. Bukankah tak akan pernah ada satu pun yang bisa mengasihi kita seutuh-utuhnya, setulus-tulusnya, selalu berkelimpahan tiada batas setiap saat, untuk sekarang & selama-lamanya kecuali Dia Yang Maha Pengasih? Lalu mengapa pula hati kita masih belum bisa menikmati kebahagiaan & keindahan di saat Tuhan sedang melimpahkan kasih-sayangNYA kepada kita secara tidak terbatas & setiap saat, tanpa pernah berhenti sedetik pun?

Marilah kita merenung sejenak untuk mengambil hikmah dari analogi sederhana berikut ini: Seenak apapun makanan yang masuk ke dalam mulut kita, tidak akan pernah kita rasakan sebagai suatu kenikmatan yang sebagaimana seharusnya jika lidah kita sedang sakit sariawan berat, bahkan bisa jadi kita akan mengerang kesakitan atau bahkan kehilangan nafsu makan karenanya. Begitulah sebenarnya keadaan hati kita selama ini yang masih kurang bisa menyadari & menikmati saat-saat indah dalam berdoa, semua ini disebabkan karena hati kita masih mengalami sakit ”sariawan berat” sehingga seberapa pun kebahagiaan & keindahan yang sudah dilimpahkan oleh Tuhan ke dalam hati kita di saat hati sedang terhubung kepadaNya, maka akan masih belum bisa kita rasakan sebagai suatu keindahan ataupun kebahagiaan yang seperti sebagaimana seharusnya.

Mari kita teliti kembali hidup kita, dalam seminggu terakhir ini saja sudah berapa kalikah kita terlibat dalam emosi-emosi negatif seperti : kemarahan, iri, dengki, dendam, sakit hati, ketidakpuasan, kesombongan, keangkuhan dan lain sebagainya? Inilah “sariawan berat” bagi hati kita yang selama ini mengahalangi kita untuk dapat menikmati kebahagiaan & keindahan di saat hati kita sedang berhubungan kepadanya.
Memang kita sebagai manusia tidak akan pernah sempurna & masih wajar jika bisa berbuat salah dalam hidup sehari-hari, tapi kita juga tidak boleh menggunakan alasan ini untuk menjalani hidup ini dengan seenaknya saja & tidak ada usaha sama sekali untuk memperbaiki hati & diri kita masing-masing.

Sadarilah bahwa Dia Yang Maha Pengasih & Maha Bijaksana sebenarnya selalu membantu kita untuk bisa keluar dari semua penyakit-penyakit tersebut jika kita memang sungguh-sungguh mau berusaha & berdoa kepadaNYA. Dia Yang Maha Pengasih & Penyayang sebenarnya selalu menginginkan kita untuk lebih dekat kepadaNYA jauh lebih kuat sekali dibandingkan dengan keinginan kita sendiri untuk dapat menjadi semakin dekat kepadaNYA, jadi kita mau tunggu apalagi? Sepanjang di hati kita ada kesungguhan untuk berusaha & berdoa, pasti Tuhan akan menyediakan jalan terindah bagi kita untuk dapat semakin dekat kepadaNYA, untuk selalu menikmati kebahagiaan & keindahan di setiap saat hati kita terhubung kepadaNYA untuk sekarang & selama-lamanya.

Jika anda tergerak untuk ingin melatih hati anda agar dapat
mulai menikmati ketenangan hati di saat anda berdoa atau beribadah,
silahkan anda kunjungi www.damaihati.co.nr

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.